Dalam kalender jawa yang di gunakan oleh para ahli ilmu jawa, hitungan bulan hampir sama dengan kalender Hijriyah milik orang islam, tetapi yang membedakan adalah Kalender jawa untuk menentukan awal bulan selalu tetap yaitu antara jam 17:00 – 18:00 sedangkan Hijriyah untuk menentukan awal bulan atau tanggal 1 selalui menunggu Hilal / Hisab.

Dalam menentukan bulan perkawinan sebaiknya kita memilih bulan bulan berikut :

Jumadil Akhir, Rojab (Rejeb), Ruwah (Asyura) dan Besar (Dzul Hijjah)

Karena bulan tersebut sangat cocok untuk melakukan pernikahan. Adapun untuk menentukan hari yang baik anda bisa memilih sesuai yang anda sukai, namun jika anda menginginkan pemahaman dan sugesti yang kuat berdasarkan hasil perhitungan ala majapahitsakti. Silahkan simak berikut ini.

Sebelum anda menentukan hari yang baik diantara bulan empat diatas (Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah dan Besar) sebaiknya anda mengetahui dulu perhitungan neptu pasaran anda dan pasangan anda Silahkan anda baca Jumlah perjodohan di sini. Setelah anda mengetahui neptu perjodohan anda silahkan membaca artikel ini lebih lanjut.

Contoh Mencari Hari Pernikahan :
Jika anda dilahirkan pada Hari Sabtu Pahing, dan Istri Anda Selasa Kliwon maka perhitungannya demikian :
Sabtu = 9 Pahing = 9 => 9+9 = 18
Selasa = 3 Kliwon = 8 => 3+8 =11
Hiitung : 18 + 11 = 29 (jumlah neptu anda)

Ditambah neptu hari anda melangsungkan pernikahan, Contoh Anda Ingin Melakukan Akada Nikah Pada Selasa Wage

Selasa = 3
Wage = 4
3 + 4 = 7

Jadinya Neptu anda 29 + 7 (hari akad nikah anda) = 36
36 silahkan di kurangi :
9 = Wali (wali tanah jawa adalah 9), dikarenakan setiap pasangan (suami dan istri) memiliki wali, maka wali ini porsinya 2, yaitu 9 + 9 = 18
7 = Hari kehidupan selama 1 minggu
5 = Jumlah pasaran (pon, wage, kliwon dll)
3 = Proses kehidupan manusia (alam kandungan, alam dunia dan alam kematian)

Hitung :
36 – (9 + 9) = 18
18 – 7 = 11
11 – 5 = 6
6 – 3 = 3
Dikarenakan masih ada 3 maka, 3 ini di kurangi lagi dengan 3, jadinya
3 – 3 = 0

Prediksinya Jika sisa :
0 = hidupnya boros, rizkinya sering habis oleh keluarganya
1 = hidunya boros, rizkinya sering dihabiskan oleh salah satu pasangan, jika bukan suaminya ya istrinya
2 = hemat dan pandai menabung, karena masing masing pasangan mendapatkan bagian rizki serta pandai mengatur keuangan